Loading...

Selasa, 02 November 2010

BAB 2 STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN

KEGIATAN 1:
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN
[Structure tissue and his function in plant]
   I.      Tujuan Kegiatan [study activity aim]
1.    Mengenali struktur macam-macam jaringan pada tumbuhan [identified tissuekinds structure in plant]
2.   Memahami fungsi macam-macam jaringan pada tumbuhan [realize network kinds function in plant]

 II.      Sumber Data [data resource]
1.    Data otentik : hasil pengamatan mikrokopis pada sayatan melintang organ tubuh tanaman [authentic data : microscopis observation result in slice blocks plants body organ]
2.   Data hasil studi literature [study result data literature]
3.   Data hasil telusur internet (sebagai pengembangan konsep) [result data explores internet development]

III.      Pengumpulan Data [data collecting]
1.    Berupa gambar (data otentik, data literature, data telusur internet] [shaped authentic [data picture, data literature, data explores internet]
2.   Deskripsi ringkas tentang struktur macam-macam jaringan pada tubuh tanaman [briefly description about tissue kinds structure in plant body]


Data gambar struktur macam-macam jaringan pada tumbuhan
Deskripsi ringkas [struktur, letak, fungsi]
1.    Data otentik [authentic data]
a.  Akar Monokotil
 








b.  Akar Dikotil
 





























a.  Batang Monokotil
 






b.  Batang Dikotil
 





a.  Daun Monokotil
 





b.  Daun Dikotil
 






2.  Data literature
1.Jaringan Meristematik
·     Ciri-ciri : terdiri dari sel-sel muda yang bersifat selalu membelah ( meristematis), bentuk seragam, kecil-kecil, berdinding sel tipis, sitoplasma penuh, belum memiliki vakuola dan belum terdeferensiasi.
·     Letak :
Primer : ujung batang, ujung akar, ujung tunas.
Sekunder : diantara berkas pembuluh angkut.
·     Fungsinya : mengakibatkan pertumbuhan primer dan sekunder yaitubpertumbuhan panjang batang, buah, biji.
2.Jaringan Epidermis
·     Ciri-ciri : sel-selnya berbentuk balok,tersusun rapat,tak ada ruang antar sel,setebal selapis sel.
·     Letaknya : paling luar dari tubuh tanaman yang menutupi seluruh permukaan tubuh baik pada akar, batang, daun, bunga, buah, biji.
·     Fungsinya : pelindung tubuh tanaman.
3.Jaringan Parenkim
·     Ciri-ciri : terbentuk dari meristem dasar atau primer, berdinding tipis, sel-sel berukuran besar, susunannya renggang sehingga membentuk ruang antar sel dan memiliki vakuola yang besar.
·     Letaknya : dibagian tubuh tanaman yang tidak di isi jaringan lain, di korteks batang,daun,daging daun, daging buah,empulur batang.
·     Fungsinya: sebagai jaringan dasar, sebagai tempat fotosintesis, menyimpan cadangan makanan.
4. Jaringan Kolenkim
·     Ciri-ciri : protoplasma aktif sel-selnya memiliki penebalan dinding tidak rata, umumnya penebalan dinding terjadi pada sudut-sudut sel, merupakan sel hidup.
·     Letaknya : terletak tepat di bawah epidermis pada batang muda tangkai daun Jaringan atau sekitar tiang daun.
·     Fungsinya : sebagai penyokong jaringan lain.
5. Jaringan Sklerenkim
·     Ciri-ciri : berbentuk memanjang atau serat, berbentuk skerelit yang pendek kaku penebalan dan zat kayu (Liknin), protoplasma tidak aktif.
·     Letaknya : di bawah jaringan epidermis batang atau menyelubungi jaringan pengangkut.
·     Fungsinya :mendukung dan memperkokoh letak kedudukan jaringan yang lain.
6. Jaringan Floem
·     Ciri-ciri : sel-selnya berdinding tipis,berbentuk memanjang sejajar dengan sumbu berkas pengangkut.
·     Letaknya : di daerah stele organ tanaman cakar, batang, daun
·     Fungsinya : menyimpan cadangan makanan.
7. Jaringan Xilem
·     Ciri-ciri : terdiri atas sel-sel skelenkim, berdinding tebal, sel-sel thrakheal berbentuk tabung. Mengalami perforasi yang di sebut noktah, terdiri atas unsur-unsur thrakheal.
·     Letaknya : di daerah stele atau daerah pusat pada organ tanaman Fungsinya : sebagai alat transportasi air dan mineral dari akar ke daun.
3.  Data Internet
a.  Batang Mnokotil dan Dikotil





b.  Akar Monokotil dan Dikotil
 











c.   Daun Monokotil dan Dikotil
 





 






d.  Jaringan epidermis 

Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis umumnya tidak berklorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar stomata. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
- Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda.
- Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
- Untuk penguapan air yang berlebiha. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
- Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus
Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :
- Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
- Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air.
- Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.
e.   Jaringan Kolenkim

jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.
f.   Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida
Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat) misalnya rami, dan slereida pada kulit kacang atau kulit biji. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.
g.   Jaringan Floem

Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
- Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
- Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
- Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.

Perbedaan struktur batang dikotl dan monokotil
perbedaan
Letak berkas pembuluh
Letak kerteks
empulur
Monokotil
Tersebar
Terdapat diantara berkas pembuluh dan epidermis
Tidak ada
Dikotil
Tersusun melingkar
Tidak jelas
ada
a.JaringanMeristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdifferensiasi. Ada beberapa macam jaringan meristem, antara lain :
- Titik tumbuh, terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer. Terdapat dua teori yang menjelaskan pertumbuhan ini. Yang pertama adalah teori histogen dari Hanstein yang menyatakan titik tumbuh terdiri dari dermatogens yang menjadi epidermis, periblem yang menjadi korteks, dan plerom yang akan menjadi silinder pusat. Teori kedua adalah teori Tunica-Corpus dari Schmidt yang menyatakan bahwa titik tumbuh terdiri atas Tunica yang fungsinya memperluas titik tumbuh, serta Corpus yang berdifferensiasi menjadi jaringan-jaringan.
- Perisikel (perikambium) merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
- Kambium fasikuler (kambium primer). Kambium ini terdapat di antara Xilem dan floem pada
tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele. Kambium fasikuler kea rah dalam membentuk Xilem dank e arah luar membentuk floem, sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas kambium. Pertumbuhan oleh kambium ini disebut pertumbuhan sekunder
- Kambium sekunder (kambium gabus/ kambium felogen), kambium ini terdapat padapermukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium gabus kea rah luar membentu sel gabus pengganti epidermis dank e arah dalam membentuk sel feloderm hidup. Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.
- Parenkim yang meristematis terdapat pada beberapa batang pohon palm raja.
b. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara Xilem dan floem. Adapun fungsi jaringan parenkim antara lain :
- Sebagai pengisi tubuh
- Tempat menyimpan cadangan makanan
- Parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis
Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut klorenkim.
a.    Jaringan Xilem

Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal




Pertanyaan diskusi [discussion question] :
1.    Perhatikan gambar berikut :
a.    Berikan keterangan tentang macam jaringan yang tertunjuk oleh label A, B, C,D dan E .
Jawab :
A : jaringan penguat yaitu skerenkim
B : pembuluh tapis yang membentuk berkas floem
C : jaringan meristem sekunder yang disebut cambium fasikuler
D : jaringan pembuluh kayu yang membentuk berkas xylem
E : jaringan parenkim
b.   Sebutkan fungsi dari masing-masing jaringan seperti yang ditunjukan oleh gambar A, B, C, D dan E .
Jawab :
A : sebagai jaringan penguat atau penunjang
B : sebagai jaringan pengangkut dari daun keseluruh tubuh
C : sebagai berperan pertumbuhan sekunder
D : sebagai jaringan pengangkut air dari akar ke daun
E : sebagai jaringan dasar, sebagai fotosintesis, menyimpan cadangan makanan
c.    Macam-macam jaringan tersebut menyusun …
Jawab : ikatan berkas pembuluhangkut yang terletak bagian stele, akar, batang, daun ; Parenkima membentuk korteks, akar, batang, membentuk jaringan empulur di pusat batang dikotil.
2.   Perhatikan gambar irisan melintang organ-organ tanaman berikut :
Gambar
No.
Keterangan
1.
Jaringan epidermis
2.
Ikatan berkas pembuluh angkut yang terdiri atas berkas floem dan xylem.
3.
Ikatan berkas pembuluh angkut yang terdiri atas berkas floem dan xylem.
4.
Parenkima korteks
5.
Parenkima korteks


1.
Jaringan epidermis

2.
Jaringan Parenkima terletak bagian korteks akar

3.
Silinder pusat akar

4.
Endodermis (berkembang dari parenkima korteks)

5.
Jaringan Meristem sekunder (perikambium/persikel yang menjadi bersifat meristematik saat membuat cabanng akar

6.
Jaringan pembuluh kayu berkas xylem

7.
Jaringan pembuluh ayak/tapis dalam berkas floem





a.    Sebutkan ada berapa macam jaringan yang membangun organ akar mangkokan muda ?
Jawab : ada 5 yaitu
1.      Jaringan epidermis
2.     Jaringan Parenkima terletak bagian korteks akar
3.     Silinder pusat akar
4.     Endodermis (berkembang dari parenkima korteks)
5.     Jaringan Meristem sekunder (perikambium/persikel yang menjadi bersifat meristematik saat membuat cabanng akar
6.     Jaringan pembuluh kayu berkas xylem
7.     Jaringan pembuluh ayak/tapis dalam berkas floem
b.   Sebutkan macam jaringan yang terletak pada bagian yang berlabel nomor 1, 2 atau 3, 4 atau 5 pada penampang batang jagung muda .
Jawab :
1.        Jaringan epidermis.
2.        Ikatan berkas pembuluh angkut yang terdiri atas berkas floem dan xylem.
3.        Ikatan berkas pembuluh angkut yang terdiri atas berkas floem dan xylem.
4.        Parenkima korteks.
5.        Parenkima korteks.
3.   Perhatikan gambar organ tanaman berikut di bawah, sebutkan :
a.    Macam jaringan yang ditunjukan oleh label nomor 1,2,3,4 dan 5
1a.: epidermis atas
1b.: epidermis bawah
2 .: jaringan parenkhim palisade
3 .: jaringan parenkhim sponsa
4 .: stomata pada permukaan bawah daun
5 .: jaringan pengangkut (floem dan xylem)
b.   Sebutkan masing-masing fungsi jaringan tersebut
1.      Epidermis : pelindung tubuh tanaman.
2.     Parenkhim palisade : melakukan/tempat proses fotosintesis.
3.     Parenkhim sponsa : melakukan/tempat proses fotosintesis.
4.     Stomata : pertukaran gas dan penguapan air .
5.     Jaringan pengangkut
Floem : mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tanaman
Xylem : mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.
c.    Apa nama organ yang dibangun oleh banyak macam jaringan tersebut?
Jawab : Daun
d.   Apa fungsi organ tersebut dan jaringan apa saja yang paling mendukung fungsi organ tersebut !
Daun berfungsi untuk proses fotosintesis karena sel-sel penyusun mesofil mengandung kloroplas.
Jaringan yang mengandung fungsi daun adalah jaringan pengangkut, jaringan parenkhim (palisade dan sponsa). Jaringan epidermis diantara sel-sel epidermis terdapat stomata.
4.   Perhatikan gambar berikut
Sebutkan macam jaringan yang menempati oleh label 3,4 dan 5.
Jawab :
3 : jaringan parenkhima korteks
4 : jaringan endodermis
5 : jaringan epidermis
5.   Secara otonomi organ tubuh tanaman dibangun oleh berbagai macam jaringan yang dapat menempati daerah-daerah epidermis, korteks dan stele .
Perhatikan gambar :
a.    Jaringan apa saja yang menempati daerah A,B,C,D dan E ?
Jawab :
A : jaringan epidermis
B : jaringan parnkhima korteks
C : floem primer
D : xylem primer
E  : empulur
b.   Organ aoakah yang tergambar secara diagramatis tersebut ?
Jawab : Batang dikotil
6.   Dimanakah dapat ditemukan jaringan-jaringan :
a.    Klorenkhim terletak di batang muda.
b.   Kolenkhim terletak tepat di bawah epidermis pada batang muda tangkai daun Jaringan atau sekitar tiang daun.
c.    Sklerenkhim terletak di bawah jaringan epidermis batang atau menyelubungi jaringan pengangkut.
d.   Tracea dan trakheid terdapat di xylem.
e.    Meristem apical terletak di ujung batang, ujung akar serta pucuk lateral.
f.     Meristem sekunder
7.   Apa yang menyebabkan terjadinya proses :
a.    Pertambahan panjang akar ataupun pertambahan tinggi batang ?
Jawab : pembelahan meristem apical
b.   Pertambahan diameter akar atau batang tanaman tertentu ?
Jawab : pembelahan meristem lateral adanya kambium
c.    Sebutkan golongan tanaman yang memiliki pertumbuhan sekunder !
Jawab : mangga, nangka, durian .
8.   Apa yang dimaksud dengan sifat totipotensi ? sebutkan aplikasi totipotensi dalam kehidupan .
*       Sifat totipotensi maksudnya kemampuan sel meristem untuk menjadi individu baru.
*       Sifat totipotensi pada jaringan tanaman dimanfaatkan untuk memperoleh anakan seragam dalam jumlah banyak dan cepat.
*       Bersifat totipotensi/berpotensi penuh, yaitu sel-sel tersebut dapat mempertahankan potensi zigot untuk membentuk semua bagian organisme matang.
*       Teori totipotensi dikemukakan oleh G. Heberland (1898)
*       Alikasi totipotensi :
-      kultur jaringan adalah usaha memperoleh suatu individu baru dari 1 sel/jaringan.
-      Setek.
9.   Buat kesimpulan tentang struktur jaringan pada tubuh tanaman .
Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam jaringan dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan.
Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1. Jaringan meristem
2. Jaringan dewasa
JARINGAN MERISTEM
jaringan-meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah.
Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam
1.   Jaringan Meristem Primer

Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.
Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

2. Jaringan Meristem Sekunder

Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.
Aktivitas kambium  menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ).
Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu  menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.
Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1 Jaringan Epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya.




2. Jaringan Parenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
2. Parenkim penimbun.
3. Parenkim air
4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
1. Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
2. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.





2.  Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
a.Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
b.Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.







5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.
 









PERKEMBANGAN KONSEP KEGIATAN 1
STRUKTUR ORGAN TUMBUHAN
   I.      Tujuan kegiatan (Study activity aim):
1.    Mengenali struktur morfologi dan struktur anatomi organ akar, batang, daun tumbuhan. (Identified morphology structure and root organ anatomy structure, stik and plant leaf)
2.   Membandingkan struktur anatomi (Compare anatomy structure)
a.  Akar, batang, dan daun (root,Stick,and leaf)
b.  Akar dkotil dan akar monokotil (dicolitedone root and monocolityledone root)
c.   Batang dikotil dan batang monokotil (Dicotyledone stick and monocotyledone stick)
d.  Daun dikotil dan monokotil (Dikotilydone leaf and monocotyledone leaf)
 II.      Sumber Data (Data resource)
1.    Data otentik: hasil pengamatan microskopis dari organ akar, batang, dan daun tanaman yang diiris melintang (authentic data : microscopic observation result from root organ stick and plant leaf that sliced to block)
2.   Data hasil studi literature (Study result data literature)
3.   Data hasil telusur internet, sebagai pengembangan konsep / perbandingan (result data explores internet as concept/comparison development)
III.      Pengumpulan data (data collecting):
Data dikumpulkan berupa:
a.  Data gambar (data otentik, gambar dari study literature atau gambar dari telusur internet)
b. Deskripsi ringkas yang menyertai data gambar
A.    STRUKTUR ANATOMI ORGAN-ORGAN TANAMAN:
Gambar struktur ANATOMI organ tumbuhan (otentik, study literature)
Deskripsi tentang struktur ANATOMI organ tumbuhan
1a. akar monokotil



1b. akar dikotil




*       Pada sayatan melintang Nampak tersusun atas jaringan-jaringan berturut-turut dari luar kearah dalam :
a. epidermis
b. korteks
c.  endodermis
d. perikel stele/silinder pusat
2a. batang monokotil




2b. batang dikotil




*       Macam jaringan penyusun batang berturut-turutdari luar ke dalam :
a.  Endodermis terdiri atas jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung
b.  Koerteks terdiri atas jaringan dasar/parenkim
c.   Stele tersusun atas jaringan pengangkut, parenkhim, sklerenkhim, parenkim empulur
3a. daun monokotil




3b. daun dikotil




*       Macam jaringan penyusun daun berturut-turutdari luar ke dalam :
a.  Epidermis atas dan epidermis bawah. Diantara sel-sel epidermis terdapat mulut daun stomata yang dibatasi oleh dua buah sel penutup/sel stoma yang berhijau daun.
b.  Korteks daun yang disebut juga bagian daging daun atau mesofil, tersusun atas jaringan parenkhim palisade dan parenkim sponsa
c.   Dibagian jaringan parenkim sponsa terdapat silinder pusat daun yang terdiri atas berkas pembuluh angkut yang tersusun kolateral.
IV.      PERTANYAAN DISKUSI (Discussion question)
1.      Melalui pengamatan morfologi organ-organ tumbuhan, bagaimanakah perbedaan antara:
a.  Akar monokotil dan akar dikotil
b.  Batang monokotil dan batang dikotil
c.   Daun monokotil dan daun dikotil
2.     Melalui pengamatan mikroskopis terhadap irisan melintang (cross section),organ-organ tumbuhan, bagaimanakah perbedaan anatomi:
a.  Akar monokotil dan akar dikotil
§  Pada akar dikotil, xylem dikelilingi oleh floem. Setiap sel endodermisnya dilengkai dengan pita kaspari yang berfungsi mencegah masuknya air dari korteks ke endodermis.
§  Pada akar monokotil xylem primer, ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil. Xylem primer ukuran besar terletak dibagian tengah akar (pusat akar). Sementara itu xylem primer berukuran kecil terletak berjejer menelilingi xylem primer ukuran besar. Xylem primer kecil terletak secara bergantian dengan floem primer.
b.  Batang dikotil dan batang monokotil
Perbedaan
Batang
Monokotil
Dikotil
Korteks
Korteks tidak jelas dibedakan dengan stele
Dapat dibedakan dengan jelas antara korteks dan stele
Letak ikatan berkas pengangkut
Tersebar tidak teratur dibagian korteks
Teratur melingkar batang dengan diikat oleh kambium
Tipe susunan berkas pengangkut
Kolateral tertutup
Kolateral terbuka
Jaringan meristem sekunder
Tidak ada
Berupa cambium yang terletak diantara floem dan xylem.

c.   Daun monokotil dan daun dikotil
3.     Melalui studi literature anda memperoleh konsep tentang ”PERTUMBUHAN SEKUNDER” pada tumbuhan
a.  Apa yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada tumbuhan?
Jawab : Adanya aktivitas pembelahan sel-sel jaringan meristem sekunder (cambium) yang kearah luar yang menambahkan unsure floem dan unsure-unsur korteks sedangkan arah dalam menambahkan unsure-nusur xylem dan unsure silinder pusat lainnya.
4.     Melalui studi literature anda memperoleh konsep tentang asal perkembangan dan pertumbuhan berbagai macam jaringan pada tumbuhan
a.  Jaringan parenkim terbentuk dari diferensiasi selsel jaringan dewasa
b.  Perkembangan dari jaringan parenkim dapat terbentuk jaringan dewasa yang lain yaitu:
1.      Jaringan collenchyma yang berfungsi sebagai penguat tubuh tanaman terutama pada batang muda, tangkai daun.
2.     Jaringan kolenkhim yang berfungsi sebagai jaringan fotosintesis karena adanya tamabah structure kloroplas dalam sel
3.     Jaringan sklerenkhim yang berfungsi sebagai jaringan penyongkong yang memperkokoh bekas pengangkut.
c.   Jaringan pengakut (xylem dan floem) berkembang dari jaringan meristem primer setelah mengalami spesialisasi dan diferensiasi.
d.  Perhatikan gambar jaringan berikut.
~     Sebutkan element-element / unsure-unsure sel yang membentuk:
1.  Berkas pembuluh ayak atau floem
Jawab :
§        Serabut
§        Sel pengiring
§        Lempeng tapis
§        Pembuluh tapis
§        Parenkhima floem
§        Serat floem
2. Berkas pembuluh kayu atau xylem
Jawab :
§        Trachea
§        Trakheid
§        Serat xylem
§        Parenkhim xylem
5.     Perbandingan struktur anatomi akar, batang dan daun nampak pada gambar diagram berikut













Keterangan :
a.     Epidermis
b.     Berkas floem
c.      Berkas xilem
Keterangan :
a.    Floem
b.    Xylem
c.     Empulur yang meluas bersambungan dari jari-jari empulur
Keterangan :
a.     Lap. Kutikula yang melindungi epidermis
b.     Parenkhim palisade
c.      Parenkhim sponsa
d.     Berkas pembuluh angkut
e.      Epidermis
f.       Sel penutup stoma
g.     Lubang stoma
a.  Persamaan structure anatomi akar, batang, daun adalah…
Jawab : terdiri atas
a.     Epidermis
b.     Korteks
c.      Bagian silinder pusat
b.  Perbedaan anatomi akar batang dan daun terletak pada…
Jawab :
a.     Susunan dan letak ikatan berkas pengangkut
b.     Macam jaringan yang membangun korteks
c.      Struktur epidermis dan modifikasinya
6.     Buatlah kesimpulan tentang
a.   Perbedaan structure morfologi akar (dikotil dan monokotil)
 Monokotil : susunan serabut
 Dikotil : akar tunggang
b.   Perbedaan structure morfologi batang (dikotil dan monokotil)
Monokotil : tidak bercabang, ukuran ujung dan pangkal batang diameter hampir sama .
Dikotil : bercabang, ujung dan pangkal batang berdiameter tidak sama
c.    Perbedaan structure morfologi daun (dikotil dan monokotil)
Monokotil : susunan tulang daun sejajar/melengkung tanpa ada cabang-cabang tulang daun yang tersusun seperti jala.
Dikotil : susunan tulang daun menyirip, menjari, menyirip dan menjari, tulang daun bercabang-cabang dengan percabangan seperti jala.
d.   Perbedaan structure anatomi akar (dikotil dan monokotil)
Monokotil : ada tudung akar/kaliptra, tidak ada cambium
Dikotil : idak ada tudung akar,terdapat cambium
e.   Perbedaan structure anatomi batang (dikotil dan monokotil)
 Susunan letak ikatan berkas pengangkut
Monokotil : tipe berkas pengangkut polateral tertutup
Dikotil : tipe berkas pengangkut polateral terbuka
f.    Perbedaan structure anatomi daun (dikotil dan monokotil)
Monokotil : mesofil disusun oleh 2 macam parenkhim
Dikotil : mesofil disusun oleh 1 macam parenkhim
7.     Buatlah rangkuman tentang “organ-organ tubuh tumbuhan, macam jaringan yang menyusunnya serta fungsi masing-masing organ tsb” isikan dalam table berikut:
Macam organ tumbuhan
Macam jaringan penyusun organ
Fungsi organ
1.    akar
Jaringan epidermis
Jaringan parenkhima korteks
Endodermis
Persikel
Stele/silinder pusat

2.   batang
Jaringan epidermis
Jaringan parenkhima korteks
Stele terdiri atas jaringan pengangkut, parenkhim, sklerenkhim, parenkhim empulur

3.   daun
Epidermis atas
Korteks daun/daging daun/mesofil yang terdiri dari
Parenkhim palisade
Parenkhim sponsa
Silinder pusat dibagian parenkhima sponsa

struktur bunga





Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx)
Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.
Fungsi bunga
Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Morfologi bunga
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
  • Kelopak bunga atau calyx;
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya


PENGEMBANGAN KONSEP
 






PERBEDAAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
 























AKAR
1.    A. bagian korteks akar monokotil
Parenkhima korteks
Sklerenkhim
Endodermis
B. bagian stele akar monokotil
Epidermis
Korteks
Endodermis
Berkas xylem
Berkas floem
Empulur
2.   A. bagian korteks akar dikotil
Endodermis
Sel-sel parenkhima korteks
B.  Bagian silinder pusat akar dikotil
Pembuluh ayak dan pembuluh angkut
Jaringan meristem sekunder
Persikel
3.   Stele (monokotil dan dikotil)
4.   A. mengatur transportrasi air dari bulu akar sampai ke pembuluh kayu
B. membentuk cabang akar dikotil dan cambium gabus
5.   Morfologi
Monokotil : susunan akar serabut
Dikotil : susunan akar tunggang
Anatomi
Monokotil : tidak mempunyai perikambium
Dikotil : mempunyai perikambium
6.   Tipe radial (berseling)
7.   Monokotil : radial tanpa cambium
Dikotil : antara xylem dan floem terdapat cambium
BATANG
Perbedaan
Batang
Monokotil
Dikotil
Korteks
Korteks tidak jelas dibedakan dengan stele
Dapat dibedakan dengan jelas antara korteks dan stele
Letak ikatan berkas pengangkut
Tersebar tidak teratur dibagian korteks
Teratur melingkar batang dengan diikat oleh kambium
Tipe susunan berkas pengangkut
Kolateral tertutup
Kolateral terbuka
Jaringan meristem sekunder
Tidak ada
Berupa cambium yang terletak diantara floem dan xylem.

10. 1) Adanya aktivitas pembelahan sel-sel jaringan meristem sekunder (cambium) yang kearah luar yang menambahkan unsure floem dan unsure-unsur korteks sedangkan arah dalam menambahkan unsure-nusur xylem dan unsure silinder pusat lainnya.
2)bertambahnya diameter batang, terbentuknya jaringan gabus yang menutup bagian-bagian yang rusak pada korteks. Terbentuknya lentisel yaitu lubang-lubang pada pembuahan batang yang terbentuk cekung tersusun atas sel-sel lenti selyang tersusun renggang yang memungkinkan udara dari luar masuk di bagian batang yang lebih dalam, terbentuknya lingkaran taun pada bagian kayu.
4.
1.    Epidermis
2.   Korteks bagian yang dekat epidermis terjadap jaringan gabus floem yang dibentuk oleh felogen (cambium gabus)
3.   Perluasan jari-jari empulur (terang)
Jaringan sklerenkhim (gelap)
4.   Tempat kedudukan berkas floem
5.   Letak kedudukan cambium
6.   Lingkaran taun

4.   Lingkaran taun terbentuk dilingkungan kayu oleh adanya aktivitas akmbium kearah dalam membentuk unsure kayu yang jumlahnya tidak sama pada musim berbeda. Saat musim banyak air dibentuk unsur0unsur kayu dengan diameter besar/lebar sedang musim sedikit air dibentuk unsure kayu yang diameter sempit. Bagian kayu yang dibentuk pada musim banyak air berwarna terang disebut SUBAN. Bagian kayu yang dibentuk oleh sedikit air berwarna lebih gelap disebut GALIH.
5.   Terbentuknyagabus pada saat batang dikotil mengalami pertumbuhan sekunder yang berakibatkan pada retaknya bagian korteks dan epidermis yang segera harus ditutp dengan jaringan gabus untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar lewat batang.
Jaringan gabus/felem dibentuk oleh jaringan meristem yang terdapat di jaringan korteks yang letaknya dekat dengan epidermis; jaringan tersebut adalah cambium gabus/felogen sehingga tidak tertembus olehudara/air.
-               Felogen kearah luar kearah letak epidermis membentuk felem.
-               Felogen kearah dalam membentuk feloderm/jaringan hidup.

















a.    Beri contoh golongan tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder
Jawab :
b.  Akibat terjadinya pertumbuhan sekunder maka pada kulit batang dikotil muncul celah-celah yang disebut dengan lentisel. Sebutkan unsure-unsure jaringan yang menyusun lentisel pada kulit batang tumbuhan dikotil, sertai dengan gambar structurenya (structure lentisel)
Jawab :
c.   Akibat terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang tumbuhan dikotil maka pada bagian kayu tampak ada gambaran lingkaran-lingkaran konsentris atau exsentris. Disebut apakah gambaran tersebut dan bagaimanakah proses terjadinya, sertai gambar
d.  Sebutkan structure anatomi batang tanamanan yang telah mengalami pertumbuhan sekunder, sertai gambar!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar